Konfigurasi NAT di Mikrotik
Network Address Translation (NAT) merupakan sebuah sistem untuk menggabungkan lebih dari satu komputer untuk dihubungkan ke dalam jaringan internet hanya dengan menggunakan sebuah alamat IP. Sehingga setiap komputer di dalam NAT ketika berselancar di internet akan terlihat memiliki alamat IP yang sama jika dilacak. Dengan kata lain, sebuah alamat IP pada jaringan lokal akan terlebih dahulu ditranslasikan oleh NAT untuk dapat mengakses IP publik di jaringan komputer. Sebelum proses translasi ini, maka pengguna tidak dapat terhubung ke internet.
Fungsi NAT:
- Melakukan penghematan terhadap IP legal yang disediakan oleh Internet Service Provider(ISP).
- Meminimalisir adanya duplikasi alamat IP dalam jaringan.
- Ketika terjadi perubahan jaringan, menghindari proses pengalamatan kembali.
- Menambah fleksibilitas untuk terhubung dengan jaringan internet.
- Melakukan peningkatan terhadap keamanan sebuah jaringan.
- Dibandingkan dengan aplikasi alternatif seperti proxy, penggunaan NAT memberikan fleksibilitas dan performa yang lebih baik.
Cara Kerja NAT:
- Pertama-tama, NAT menerima permintaan dari klien berupa paket data yang ditujukan untuk sebuah server remote di internet.
- NAT kemudian mencatat alamat IP klien, lalu menyimpannya ke dalam tabel translasi alamat. Selanjutnya, alamat IP komputer klien tersebut diubah oleh NAT menjadi nomor IP NAT, lalu NAT lah yang akan melakukan permintaan kepada server.
- Server kemudian merespon permintaan tersebut. Dari sudut pandang server, yang terlihat adalah alamat IP NAT, bukan alamat IP klien yang meminta data bersangkutan.
- NAT menerima respon dari server, lalu melanjutkannya dengan mengirimkan ke alamat IP klien yang bersangkutan.
- Keempat tahapan tersebut terjadi berulang-ulang, sehingga walaupun klien komputer tidak memiliki alamat IP publik, namun tetap dapat mengakses internet.
Berikut adalah konfigurasi NAT:
 |
| gambar1 |
- Buka Winbox dan masuk ke pengaturan Mikrotik
 |
| gambar2 |
2. Sambungkan di Internet pada Ether 1 dan pilih menu IP>DHCP Client
 |
| gambar3 |
 |
| gambar4 |
3. Masuk ke pengaturan IP>Address masukkan IP seperti berikut.
 |
| gambar5 |
 |
| gambar6 |
 |
| gambar7 |
 |
| gambar8 |
4. Masuk ke pengaturan IP>Firewall>NAT
 |
| gambar9 |
 |
| gambar10 |
5. Click tombol plus dan buat pengaturan seperti berikut
 |
| gambar11 |
 |
| gambar12 |
 |
| gambar13 |
6. Ubah IP client sesuai yang diatas tadi.
 |
| gambar14 |
7. Coba ping di cmd, apakah sudah menyambung
 |
| gambar15 |
8. Masuk ke menu IP>DNS, masukkan IP 8.8.8.8/ IP google.com
 |
| gambar16 |
 |
| gambar17 |
9. Masuk ke Terminal dan cmd. ping IP 8.8.8.8 dan google.com
 |
| gambar18 |
 |
| gambar19 |
10. Pengaturan selesai. Buka Browser dan ketikkan google.com
 |
| gambar20 |
11.Done
0 komentar:
Posting Komentar